Abu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan Langit Lampung, 3 Penerbangan Batal

Berita, Daerah84 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, BANDARLAMPUNG – Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali mengganggu mobilitas warga. Erupsi yang terjadi Sabtu, 5 September 2026 menyebabkan sebaran abu vulkanik masuk ke ruang udara dan memaksa Bandara Internasional Radin Inten II Lampung membatalkan 3 penerbangan.

General Manager Bandara Internasional Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti, menegaskan pembatalan diambil sebagai prioritas utama keselamatan penumpang dan kru.

“Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat. Kami tidak bisa kompromi soal keselamatan,” ujar Kiki di Bandarlampung, Sabtu malam.

Daftar Penerbangan Yang Dibatalkan 5 September 2026: TransNusa 5205 Cengkareng CGK-Lampung TKG, TransNusa 5206 Lampung TKG-Jakarta CGK, dan Lion Air 242 Cengkareng CGK-Lampung TKG

Menurut Kiki, abu vulkanik sangat berbahaya bagi mesin pesawat karena dapat menyebabkan kerusakan mesin dan gangguan pada sistem navigasi. Karena itu semua maskapai sepakat menunda operasi sementara di jalur terdampak.

Dampak erupsi diperkirakan masih berlanjut. Hingga Minggu pagi, otoritas bandara memantau 3 penerbangan lain berisiko mengalami penundaan:

  1. Garuda Indonesia GA-073 Lampung TKG – Jakarta CGK
  2. Citilink QG-904 Cengkareng CGK – Lampung TKG
  3. Citilink QG-905 Lampung TKG → Jakarta CGK

“Jajaran operasional bandara terus berkoordinasi dengan BMKG, maskapai, dan AirNav untuk memantau sebaran abu secara real time. Setiap perubahan akan segera kami informasikan,” kata Kiki.

Pihak bandara meminta seluruh calon penumpang lebih proaktif mengecek status penerbangan.

1. Hubungi call center maskapai masing-masing sebelum ke bandara

2. Datang lebih awal untuk antisipasi perubahan jadwal

3. Siapkan dokumen untuk opsi reschedule atau refund jika penerbangan batal

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk terlebih dahulu memastikan jadwal penerbangannya kepada maskapai masing-masing. Keselamatan tetap nomor satu,” tegas Kiki.

Baca Juga  Lubang Hitam Pendidikan KBB: Pesilat APN dan Relawan Formades, Temukan Sekolah Taruhanan Nyawa

Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Anak Krakatau masih pada level waspada. Petugas terus memantau arah angin dan ketebalan sebaran abu untuk menentukan kapan operasi penerbangan bisa kembali normal.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan