Presiden Prabowo Serahkan Enam Unit Pesawat Tempur Rafale kepada TNI-AU. Percepatan Modernisasi Alutsista Nasional

Beranda, Berita, Nasional78 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyerahkan enam unit pesawat tempur Rafale kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Penyerahan tersebut dilaksanakan dalam upacara kenegaraan yang berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma pada Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional, sebagai respons terhadap perkembangan dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Berdiri di hadapan jajaran pesawat Rafale yang ditempatkan di apron pangkalan, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa penguatan kapabilitas pertahanan merupakan keharusan guna menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau menegaskan bahwa kebijakan pertahanan Indonesia bersifat defensif dan bertujuan sebagai daya tangkal, bukan untuk melakukan agresi terhadap negara lain.

“Peningkatan kekuatan pertahanan nasional harus terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk deterrence. Kepentingan kami semata-mata adalah menjaga kedaulatan wilayah yurisdiksi Indonesia,” demikian disampaikan Presiden dalam sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menyerahkan sejumlah alutsista modern lainnya, meliputi satu unit pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, empat unit pesawat Dassault Falcon 8X, sistem Radar Ground Control Intercept GM403, serta sistem persenjataan mutakhir berupa rudal Meteor dan munisi berpemandu Smart Weapon Hammer.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan akan dilaksanakan secara bertahap dan terukur. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin keamanan dan kedaulatan ruang udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terpelihara dalam menghadapi ketidakpastian situasi internasional.

Penambahan armada tempur dan sistem persenjataan modern tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan operasional TNI, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan dan menegakkan kedaulatan nasional.

Baca Juga  Dari Desa, Oleh Desa, Untuk Indonesia: Formades Jabar Siapkan Musda Perdana di Tengah Keterbatasan

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *