DENYUT RAKYAT, TAKALAR – Sejumlah petani di Desa Moncong Komba, Kabupaten Takalar, mengeluhkan berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian mereka.
Keluhan tersebut muncul di tengah aktivitas penggunaan pompa berkapasitas besar yang terlihat mengambil air dari saluran sekunder jaringan irigasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sebuah instalasi pompa dan pipa terpasang di sisi saluran. Air dari saluran sekunder tampak dialirkan melalui pipa menuju area perkebunan.
Aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan kebutuhan air untuk lahan tebu yang dikelola PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Sejumlah petani setempat mengaku pasokan air yang mereka terima berkurang. Kondisi itu, menurut mereka, memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian.
Namun, belum dapat dipastikan apakah berkurangnya pasokan air tersebut berkaitan langsung dengan pengoperasian pompa di lokasi.
Untuk memastikan hal tersebut diperlukan pemeriksaan teknis, terutama terkait debit saluran, kapasitas pompa, volume air yang diambil, serta pola pembagian air pada jaringan irigasi.
Pengelolaan sumber daya air di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, sebagaimana perubahan melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Pengaturan lebih lanjut terdapat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.
Dalam konteks aktivitas tersebut, legalitas pengambilan air dan kesesuaiannya dengan ketentuan teknis jaringan irigasi masih perlu dipastikan.
Redaksi tengah meminta konfirmasi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang terkait status saluran, dasar pengambilan air, kapasitas pompa, serta dampaknya terhadap pelayanan air bagi petani.
Konfirmasi juga akan dilakukan kepada PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk memperoleh penjelasan mengenai penggunaan pompa, kebutuhan air untuk perkebunan tebu, serta dasar penggunaan air dari saluran tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, BBWS Pompengan Jeneberang dan PT SGN belum memberikan keterangan resmi terkait aktivitas pengambilan air tersebut.
Berita ini merupakan laporan awal berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan warga. Redaksi akan terus melakukan verifikasi dan memperbarui informasi setelah memperoleh penjelasan dari pihak-pihak terkait.





























