Dola Sikirakiro
DENYUT RAKYAT | Sekitar 250 juta tahun lalu, Bumi berada pada batas Zaman Permian Akhir dan Trias Awal. Periode ini ditandai oleh: Peristiwa Kepunahan Massal Permian-Trias, peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah geologi. Sekitar 96% spesies laut dan 70% spesies darat hilang dalam waktu geologi yang singkat.
1. Paleogeografi: Dominasi Superbenua Pangea
Seluruh massa benua saat itu telah menyatu membentuk Pangea, superbenua raksasa dengan morfologi menyerupai huruf “C”. Bentangannya memanjang dari wilayah kutub utara hingga kutub selatan.
Cekungan di bagian dalam “C” ditempati oleh Lautan Tethys, sebuah laut dangkal tropis. Sementara itu, seluruh wilayah di luar Pangea diselimuti oleh Samudra Panthalassa, samudra global tunggal.
Konfigurasi ini menyebabkan tidak adanya pemisahan benua seperti sekarang. Pegunungan lipatan di bagian tengah Pangea memiliki ketinggian yang setara dengan Himalaya modern, hasil dari tabrakan benua sebelumnya.
2. Paleoiklim dan Kondisi Lingkungan
Iklim global didominasi oleh kondisi benua super. Efek benua menyebabkan iklim ekstrem: sangat panas dan sangat kering di interior Pangea. Area seluas ribuan kilometer berupa gurun dengan fluktuasi suhu harian yang tinggi.
Tidak terdapat tutupan es di kutub. Data isotop dan sedimen menunjukkan suhu laut permukaan juga sangat tinggi.
Atmosfer mengalami penurunan kadar oksigen secara signifikan pasca-kepunahan. Kombinasi suhu tinggi dan oksigen rendah menciptakan lingkungan laut yang minim oksigen dan tidak mendukung banyak kehidupan.
3. Biosfer: Masa Pemulihan Biota
Vegetasi darat didominasi oleh gymnosperma purba seperti tumbuhan runjung, pteridophyta berupa pakis, dan lumut. Angiosperma berupa bunga dan Poaceae berupa rumput belum berevolusi.
Fauna juga berada dalam fase suksesi awal. Kelompok yang bertahan dan mendominasi adalah reptil arkosaurus purba, amfibi temnospondyl berukuran besar, dan sinapsida sebagai nenek moyang mamalia.
Dinosauria belum muncul. Fosil tertua dinosaurus baru muncul sekitar 20–30 juta tahun kemudian pada Trias Tengah.
Manusia tentu belum ada. Homosapiens baru akan muncul sekitar 247 juta tahun setelah periode ini.
Bumi 250 juta tahun lalu adalah sistem yang rapuh dan sedang pulih. Secara fisik didominasi oleh satu benua, satu samudra, iklim ekstrem, dan atmosfer dengan oksigen rendah. Secara biologis, keanekaragaman hayati berada pada titik terendah dan perlahan membangun kembali ekosistemnya dari nol.
Ini adalah gambaran planet yang baru selamat dari bencana global terbesarnya.




















