Lahan Lama Dijual Lagi Jadi Program Baru? Tebunisasi 1.150 Ha di Tubaba Disorot

Beranda, Berita, Daerah108 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, Tulang Bawang Barat – Program “Tebunisasi” seluas 1.150 hektare di Kabupaten Tulang Bawang Barat diduga cuma gimmick di atas kertas. Nilai proyeknya belasan miliar rupiah, tapi pelaksanaannya diduga mencomot lahan lama dan kelompok tani yang sudah ada, lalu diajukan ulang sebagai lahan baru.

Modusnya sederhana, lahan tebu yang sudah tertanam didaftarkan lagi. Kelompok tani lama dimasukkan lagi. Hasilnya, laporan menyebut ada pembukaan lahan baru 1.150 ha. Di lapangan, belum tentu.

Yang bikin aneh, Dinas Pertanian Tubaba mengaku buta soal program ini.

“Itu kegiatan Kementan pusat bang, belum turun ke sini. PPK dan tim teknis semua dari pusat,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Tubaba, Sarwo Haddy Sumarsono, Selasa (19/5/2026)

Saat ditanya lokasi sasaran, jawabannya lebih blak-blakan, “Lokasinya aja saya belum tau.”

Lebih parah, sampai hari ini tidak ada satu lembar surat pun yang turun ke dinas kabupaten.

“Tidak ada surat satu pun dari pusat terkait kegiatan ini ke dinas kabupaten bang,” tegasnya.

Ketiadaan surat resmi ini menimbulkan pertanyaan besar, kalau dinas setempat saja tidak dilibatkan dan tidak dikirimi juknis, siapa yang memverifikasi data lahan? Siapa yang bertanggung jawab kalau ada mark-up luas lahan dan penerima bantuan?

Saat hendak dikonfirmasi langsung di kantor, Sarwo dan Kepala Bidang Mirhan tidak berada di tempat.

Program Tebunisasi ini disebut hasil kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Pemkab Tubaba. Tapi dengan kondisi di lapangan seperti ini, kolaborasi itu cuma ada di dokumen.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementan belum memberikan keterangan terkait mekanisme verifikasi dan alasan dinas kabupaten tidak dilibatkan.

Kalau pola “daur ulang lahan lama” dibiarkan, uang negara miliaran rupiah bisa lenyap untuk program yang tidak pernah benar-benar ada. Petani yang benar-benar butuh bantuan juga bakal ketendang.

Baca Juga  Prinsip Dasar Kaidah Jurnalistik Dunia Hampir Sama, Hanya Implementasinya Yang Berbeda

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *