Botok CS ke Balkon: Tur Wisata Aspirasi Gratis dari DPR

banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAKARTA — Selamat. Setelah negosiasi semalaman, pagar bisa dibuka, prosedur bisa dilipat, dan demokrasi bisa disewa per jam.

Kamis (27/8/2026) pukul 10.30 WIB, Mas Botok dan 13 orang pilihan akhirnya duduk manis di balkon Ruang Rapat Paripurna. Bukan karena pintunya terbuka lebar untuk rakyat. Tapi karena tim negosiator DPR sudah capek juga ngadepin chat WA dari Rabu malam.

14 orang masuk. Sementara jutaan tuntutan lainnya masih antri di luar, sambil menunggu kabar lewat pagar. Efisiensi.

Di dalam, Botok menyerahkan 2 permintaan klasik: RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati untuk Koruptor.

Dua menu yang tiap tahun muncul di spanduk, tiap tahun hilang di meja pembahasan. Alasannya selalu sama “masih dikaji”, “perlu harmonisasi”, “nanti setelah reses”. Resesnya kapan? Reses terus.

Pimpinan DPR menyambut baik. Mengarahkan ke kursi. Menyuguhkan ruang. Menyuguhkan waktu. Menyuguhkan senyum. Yang tidak disuguhkan kepastian.

Botok menegaskan aksinya damai dan fokus. Ya iyalah. Rusuh itu mahal. Audiensi ini aja bayarnya pakai tenaga, kuota, dan harapan.

Dan puncak satiranya, aspirasi l sudah “diterima”, selembar kertas isi janji-janji elit parlemen. Karena semua orang di negeri ini sudah hafal skripnya, banyak yang ragu janji itu tulus dan ditepati.

Babak 1: Massa datang.

Babak 2: Perwakilan dipanggil masuk.

Babak 3: Difoto, dijabat tangan, dikasih air mineral.

Babak 4: “Aspirasi kami tampung”.

Babak 5: Tunggu sampai lupa.

Penutupnya paling indah: “Semoga aspirasi rakyat direalisasikan.”

“Semoga”. Satu-satunya kata di Senayan yang gratis, tidak butuh voting, dan tidak bisa dipidana kalau ingkar.

Jadi selamat untuk 14 orang yang tembus ke balkon. Kalian resmi jadi penonton paling dekat dalam drama paling panjang: “Kapan DPR Memberantas Koruptor”.

Baca Juga  Sorak Sorai di Stadion Mini! RW 02 Juarai Turnamen Antar RW Pertama di Desa Sriamur

Tirai ditutup. Lampu dimatikan. RUU tetap di laci.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan