Gelombang Besar Hancurkan Sampan Pauzi, Nelayan Ketapang Raya Berjuang Selamatkan Diri di Perairan Maluk

Berita, Daerah42 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, LOMBOK TIMUR — Selasa pagi, 25 Agustus 2026, seharusnya menjadi hari biasa bagi Pauzi, nelayan asal Dusun Pelebe, Desa Ketapang Raya, Kecamatan Keruak, Lombok Timur. Seperti hari-hari sebelumnya, ia melaut ke perairan Maluk, Sumbawa Barat, untuk mencari gurita demi menghidupi keluarga.

Namun sekitar pukul 08.00 WITA, laut yang biasanya bersahabat tiba-tiba berubah. Gelombang besar datang tanpa peringatan dan menghantam sampan kecil yang ditumpanginya hingga remuk. Dalam hitungan detik, mesin, jaring, dan seluruh perlengkapan melaut Pauzi lenyap ditelan ombak.

Berada di tengah laut tanpa perahu, Pauzi tidak punya pilihan lain. Dengan sisa tenaga dan pelampung dari jaring seadanya, ia berjuang berenang sejauh sekitar 20 meter menuju daratan. Alhamdulillah, ia berhasil selamat. Tapi luka batin dan kerugian materiil yang ditinggalkan gelombang itu sangat besar.

Hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, ditemani saudaranya, Pauzi kembali ke lokasi kejadian. Dengan hati berat ia menyelam, berharap masih bisa menyelamatkan mesinnya. Upaya itu hanya membuahkan hasil satu mesin. Mesin satunya lagi dan semua alat tangkap lainnya dinyatakan hilang total.

Bagi seorang nelayan, kehilangan perahu dan alat melaut bukan sekadar kehilangan barang. Itu artinya kehilangan sumber nafkah utama. Kini Pauzi harus menghadapi hari-hari ke depan tanpa kepastian bagaimana ia bisa kembali melaut.

Harapan Korban dan Keluarga

Dengan hati tulus, Pauzi dan keluarga menyampaikan permohonan. Mereka berharap ada perhatian dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, serta Dinas Kelautan dan Perikanan. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti untuk meringankan beban dan membantu Pauzi memulai kembali mata pencahariannya.

Musibah ini mengingatkan kita: di balik hasil tangkapan di pasar, ada nyawa dan perjuangan nelayan yang mempertaruhkan segalanya di tengah laut. Kini giliran kita untuk hadir, menguatkan mereka yang sedang jatuh.

Baca Juga  Warga Ngepringan Klaten, Gelar Senam Sehat Bersama Komunitas Gowes Bintang Selatan

Posting Terkait

Jangan Lewatkan