Lembaga Pendidikan Tercoreng. Ketua Osis SMKN 1 Pemalang Lecehkan Belasan Siswi

Berita, Daerah148 Dilihat
banner 468x60

PEMALANG, denyutrakyat.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Pemalang dikejutkan oleh kasus pelecehan seksual berbasis elektronik yang melibatkan oknum siswa berinisial DRA. Siswa kelas XI yang menjabat sebagai Ketua OSIS di SMK Negeri 1 Pemalang tersebut diduga kuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk merekayasa foto belasan siswi menjadi konten pornografi.

Aksi asusila ini terungkap pada Senin (4/5/2026), setelah seorang rekan pelaku menemukan kumpulan foto hasil editan tersebut di dalam ponsel milik DRA. Temuan ini segera dilaporkan kepada pihak guru dan ditindaklanjuti secara cepat oleh manajemen sekolah.

Kepala SMKN 1 Pemalang, Edi, mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah telah mengambil langkah tegas segera setelah menerima laporan dari guru Bimbingan Konseling (BK).

“Informasi tersebut benar dan kami sudah melakukan tindakan sejak awal. Kami dilapori melalui guru BK pada Senin, 4 Mei 2026, dan langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak,” ujar Edi saat memberikan klarifikasi.

Pada Selasa (5/5/2026), pihak sekolah memanggil DRA dengan didampingi orang tuanya untuk memberikan klarifikasi terkait fakta-fakta yang ditemukan oleh tim BK.

Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, pelaku mengakui perbuatannya dan pihak orang tua menyatakan pemahaman atas konsekuensi yang diberikan. Sebagai bentuk sanksi disiplin berat, pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan DRA kepada orang tuanya (dikeluarkan dari sekolah).

Di sisi lain, sekolah memprioritaskan pemulihan kondisi psikis para korban. Sebanyak belasan siswi yang menjadi korban pengeditan foto tersebut telah dikumpulkan untuk mendapatkan bantuan profesional, pihak sekolah mengerahkan Tim Psikologi dan BK internal serta bekerja sama dengan KPAI Pemalang untuk memastikan hak-hak dan perlindungan para korban terpenuhi.

“Penanganan korban dilakukan melalui pendampingan Tim Psikologi dan BK, sementara pelaku telah kami kembalikan ke orang tuanya,” tutup Edi dalam pernyataan resminya.

Baca Juga  Masa Depan Bunga Citra Terancam: Kecelakaan di Sekolah, Keluarga Buruh Tani Butuh Uluran Tangan

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi institusi pendidikan mengenai potensi penyalahgunaan teknologi AI di kalangan pelajar dan pentingnya pengawasan terhadap literasi digital siswa.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *