8 Hari, Posko Waspada Bencara Karang Taruna Distribusikan 25 Ribu Masker, Biskuit, Susu, hingga 150 Ribu Liter Air

Daerah65 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, Lampung Selatan -Seiring sudah mulai turunnya hujan dan meredanya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK), Posko Waspada Bencana Karang Taruna Provinsi Lampung juga ditutup.

Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, mengatakan, selama 8 hari masa beroperasi sejak 12 hingga 19 September 2026, Posko Waspada Bencana Gunung Anak Krakatau telah merampungkan 10 agenda layanan sosial bagi warga yang terdampak aktivitas vulkanik.

“Program aksi kemanusiaan ini tersebar Kecamatan Bakauheni dan Kecamatan Rajabasa yang menjadi wilayah terdampak. Kegiatan ini menjangkau ribuan warga mulai dari pelajar, pengguna jalan, pasar-pasar rakyat, hingga masyarakat umum,” ungkapnya.

Menurutnya, rangkaian kegiatan ini selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyaluran bantuan logistik berupa masker, susu, biskuit, dan sembako.

“Guna meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak material vulkanik, sosialisasi mitigasi abu vulkanik diselenggarakan di beberapa fasilitas pendidikan disertai pembagian masker, susu, dan biskuit,” ungkapnya.

Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung Deni Ribowo, menambahkan, untuk masker, susu, dan biskuit sudah lebih dulu dibagian sebelum Posko dibuka dengan jumlah mencapai 25 ribu. Dengan sasaran pusat pendidikan, pengguna jalan, pasar-pasar rakyat hingga masyarakat umum. Beberapa pusat pendidikan yang menjadi sasaran kegiatan adalah SD Negeri Hatta, SMP Negeri Bakauheni, SD Negeri 2 Kunjir.

“Selain penanganan dampak langsung abu vulkanik, kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih juga menjadi fokus utama layanan,” ujar Deni Ribowo saat menutup Posko Waspada Bencana Karang Taruna, Sabtu (19/9/2026) malam.

Menurutnya, distribusi air bersih gratis mencapai 150 ribu liter yang didistribusikan secara bertahap. Diiantaranya di Desa Hatta, Muara Pilu, Bakauheni, Pematang Macan, Kayu Tabu, Kelawi.

“Rangkaian program penanggulangan ini diakhiri dengan pelaksanaan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 16 September di Posko Terpadu Desa Hatta,” ujarnya.

Baca Juga  333 Warga Bandar Lampung Terkonfirmasi Positif HIV. InfoSOS: Pemerintah Harus Tegas Dan Ketat Mengatasinya Dengan Melibatkan Elemen Masyarakat

Kegiatan edukasi pencegahan potensi bencana lanjutan tersebut diikuti oleh ratusan orang warga setempat. “Tanggap darurat dan pendampingan yang menyasar masyarakat ini diharapkan dapat menjaga kesehatan serta meminimalkan risiko bencana bagi masyarakat di kawasan rawan erupsi Gunung Anak Krakatau,” pungkasnya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan