10 Korban Meninggal 18 Masih Dalam Pencarian atas Bencana Tanah Longsor di Banjarnegara, Jawa Tengah

Berita254 Dilihat
banner 468x60
Tim SAR gabungan, Basarnas, TNI/POLRI dan Potensi SAR Lainnya, melakukan penyelamatan dan pencarian korban tanah longsor di Pandanarum, Banjarnegara.

BANJARNEGARA, DENYUTRskyat, — Korban Bencana tanah longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, tercata 10 orang meninggal, 18 orang masih dalam pencarian dan 50 korban selamat, demikian informasi yang disampaikan Koordinator Tim SAR, Jum’at (21/11)

Longsor yang menimpa permukiman warga di RT 01 – 04 RW 03 Dusun Situkung Desa Pandanarum Kec. Pandanarum Kabupaten Banjarnegara, akibat hujan lebat sekitar 3 jam. Akses tertutup material, sebagian warga terisolir di area hutan dan di duga ada korban yang terhimpun di area longsoran.

Dalam misi pencarian korban, gabungan Tim SAR yang terdiri dari BASARNAS, 53 personil, TNI/POLRI, 300 personil dan Potensi SAR Lainnya sebanyak 608 orang mengalami kesulitan karena beberapa kendala diarea antara lain;

  1. Terdapat embung yang berasal dari mata air di area sekitar mahkota longsoran yang meningkatkan resiko longsoran susulan.
  2. Kondisi tanah yang masih labil dan adanya pergerakan tanah di area longsoran dan
  3. Adanya peningkatan retakan – retakan tanah yang aktif bergerak di area longsoran

Bencana alam tanah longsor Banjarnegara tersebut selain korban jiwa juga sebanyak 48 rumah dilaporkan roboh atau hilang dan 195 rumah lainnya terdampak. 

Untuk mempercepat evakuasi korban longsor Banjarnegara, tim di lapangan mengoperasikan 12 unit ekskavator dan 12 alkon. Peralatan tersebut digunakan antara lain untuk menangani kubangan air yang menghambat pergerakan di area longsoran. Dua unit tangki HU juga disiagakan untuk mendukung kebutuhan air di dapur umum Kantor Kecamatan Pandanarum.

Dukungan logistik dan peralatan terus mengalir dari berbagai pihak, mulai BNPB, Dinas Sosial, BPBD, PMI, hingga Baznas. Dapur umum yang dioperasikan Tagana telah aktif menyediakan konsumsi bagi para pengungsi maupun petugas. Sementara itu, gudang logistik dipusatkan di SMP Pandanarum untuk memudahkan pengaturan dan distribusi bantuan. (sarwo*)

Baca Juga  Kesepakatan Dagang: Produk AS yang Masuk Indonesia tak Perlu Sertifikasi Halal

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *