Tokoh Organisasi dan Penggerak Desa, Aam Sofyan Terpilih sebagai Nahkoda Baru FORMADES Jawa Barat

banner 468x60

SUMEDANG, denyut rakyat — Musyawarah Daerah (MUSDA) Dewan Pimpinan Daerah Forum Membangun Desa (DPD FORMADES) Jawa Barat tahun 2026 menetapkan Aam Sofyan sebagai nahkoda baru organisasi tersebut.
Sosok organisatoris dan penggerak masyarakat desa itu dipercaya memimpin FORMADES Jawa Barat untuk periode mendatang.

Musyawarah Daerah yang berlangsung pada 15–16 Mei 2026 tersebut tidak hanya menjadi agenda pemilihan kepemimpinan baru DPD FORMADES Jawa Barat, tetapi juga menetapkan sejumlah rekomendasi strategis organisasi, mulai dari rencana kerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang sebagai arah gerakan FORMADES ke depan.

Terpilihnya Aam Sofyan dinilai menjadi harapan baru bagi penguatan gerakan pembangunan desa di Jawa Barat. Dengan pengalaman panjang di bidang organisasi sosial, pembangunan infrastruktur, dan dunia usaha, Aam dianggap memiliki kapasitas dalam membangun konsolidasi gerakan masyarakat desa yang lebih luas dan progresif.

Pria yang berdomisili di Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung tersebut dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan. Sejak 2023, ia memimpin Penguyuban Sijalak Harupat sebagai Ketua Umum, sekaligus dipercaya menjadi Kepala Bidang Pembangunan Infrastruktur di Yayasan Pondok Pesantren Al-Misbah.

Selain aktif di organisasi sosial, Aam juga memiliki pengalaman panjang di sektor konstruksi dan pertambangan. Ia pernah berkecimpung sebagai contractor pertambangan sejak 2004 hingga 2016. Pengalaman tersebut kemudian menjadi fondasi dalam membangun usaha sebagai General Contractor PT. AMU yang dijalankannya hingga saat ini.

Sejumlah peserta MUSDA menilai kepemimpinan Aam Sofyan diharapkan mampu membawa FORMADES Jawa Barat menjadi organisasi yang lebih aktif dalam mendorong pembangunan desa, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemberdayaan pemuda desa.

“FORMADES membutuhkan figur yang memahami kerja organisasi sekaligus mengerti persoalan masyarakat desa secara langsung.
Kang Aam dinilai punya pengalaman dan jaringan yang kuat untuk itu,” ujar salah satu peserta MUSDA FORMADES Jawa Barat.

Baca Juga  Merawat Asa dari Desa: Saat Lembaga Sosial Desa Jadi Nadi Pembangunan di Tengah Arus Zaman

Dalam pandangannya, desa harus menjadi pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia menilai pembangunan desa tidak cukup hanya mengandalkan program administratif, tetapi juga membutuhkan gerakan kolektif, gotong royong, dan partisipasi masyarakat secara luas.

Dengan latar belakang organisasi, pengalaman lapangan, serta kemampuan membangun komunikasi lintas elemen masyarakat, kepemimpinan Aam Sofyan di DPD FORMADES Jawa Barat membawa optimisme baru bagi arah perjuangan pembangunan desa di Jawa Barat.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *