Dibilang “Jangan Ribut Soal Jalan”, Warga Tubaba Buktikan Sendiri: Bupati Pidato, Rakyat yang Nambal Jalan

Berita, Daerah542 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, TULANG BAWANG BARAT – Janji membangun belum terasa, jalan sudah duluan hancur. Pernyataan Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya yang menyebut “jalan rusak bukan satu-satunya yang diurus” dibalas warga dengan cara paling telak, turun ke jalan, bawa cangkul dan batu sendiri.

Rabu 20/5/2025, warga bersama perusahaan tapioka, PT Surya Intan Tapioka bergotong royong menambal puluhan lubang di ruas jalan yang sudah lama dibiarkan. Aksi ini terjadi tak lama setelah video viral berisi pernyataan Novriwan Jaya beredar.

“Bukan cuma jalan rusak yang kita urusin. Kalau cuma meributkan jalan rusak tidak maju-maju kita,” begitu kata Bupati dalam video tersebut.

Kalimat itu dianggap tamparan. Bagi warga, jalan rusak bukan sekadar “riuh kecil”. Jalan berlubang tiap hari mengancam keselamatan pengguna jalan. Motor slip, mobil rusak, anak sekolah terlambat, hasil tani susah keluar.

“Kalau nunggu pemerintah, entah kapan. Kami gotong royong bukan karena mau melawan, tapi karena nyawa dan ekonomi warga taruhannya,” ujar salah satu warga yang ikut kerja bakti memperbaiki jalan di Tiyuh Kartaraharja Kecamatan Tulang Bawang Udik.

Warga gotong royong menambal jalan rusak di Tiyuh Kartaraharja Kec. TBU

Ironisnya, aksi warga ini justru membuktikan apa yang dibantah sang Bupati, tanpa jalan layak, semua program lain susah jalan. Traktor perusahaan, truk pengangkut singkong, ambulans, semua terhambat di lubang yang sama.

Hukumnya jelas. UU No. 23/2014 menempatkan pemeliharaan jalan kabupaten sebagai urusan wajib pemerintah daerah. Gotong royong boleh jalan, tapi tidak boleh jadi alasan negara lepas tanggung jawab.

Aksi di Karta Raharja kini jadi simbol. Simbol bahwa ketika pejabat sibuk bicara “kemajuan”, rakyat memilih langsung membangunnya. Simbol bahwa kritik terhadap jalan rusak bukan bentuk keributan, tapi bentuk cinta pada daerah sendiri.

Baca Juga  Si Jago Merah Hanguskan 13 Rumah di Pendopo, Kerugian di Taksir Mencapai Rp4,5 Miliar

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lanjutan dari Pemkab Tubaba terkait aksi gotong royong tersebut.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *