Ketua BEM UGM; Kata Gratis Dalam Program MBG, Penghiatan Kepada Rakyat 

Nasional21 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.com, DIY – Ketua BEM Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, menyampaikan kritiknya terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam sebuah wawancara di YouTube.

Dalam wawancara itu, ia menyoroti istilah “gratis” yang dipakai dalam program tersebut. Menurutnya, anggaran MBG tetap berasal dari uang rakyat.

“Makan bergizi gratis ini bergizi saja tidak, apalagi gratis. Kata gratis itu pengkhianatan luar biasa pada rakyat. Karena mereka bekerja, mengalokasikan anggaran juga difasilitasi oleh uang rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyebut rakyat sebenarnya sudah membayar program itu melalui pajak dan kerja mereka.

“Rakyat itu membayar itu dengan kerjanya setiap hari, dengan pajaknya setiap hari,” lanjutnya.

Selain itu, ia mengkritik kompetensi pihak yang terlibat dalam program tersebut. Ia menyinggung bahwa kepala Badan Gizi Nasional bukan ahli gizi, serta mempertanyakan keterlibatan Polri yang disebut memiliki lebih dari 1.000 SPPG.

“Ketuanya saja bukan ahli gizi, tapi ahli serangga,” katanya.

Ia juga mempertanyakan prioritas Polri dalam program tersebut.

“Apakah Polri itu tidak punya pekerjaan lain, sehingga lebih sibuk mengurusi catering?” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan kritik utamanya pada kualitas dan klaim program.

“Makan bergizi gratis ini bergizi saja tidak, apalagi gratis”, pungkasnya

Baca Juga  Sawah Mulai Tergerus Pembangunan: Pemkab Karanganyar Harus Segera Bertindak

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *