Kemerdekaan Palsu? BEM UI Turun Jalan Bawa 8 Tuntutan Menampar Pemerintah

Beranda, Berita, Nasional65 Dilihat
banner 468x60

DENYUT RAKYAT, JAKARTA — Baru sehari usai upacara dan pidato kemerdekaan, mahasiswa UI langsung turun ke jalan. BEM UI memilih Bundaran HI sebagai panggung untuk membongkar apa yang mereka sebut: kemerdekaan yang gagal dirasakan rakyat.

Aksi digelar Selasa, 18/8/2026. Massa start dari kampus Depok pukul 11.00 WIB dan ditargetkan mengepung Bundaran HI pukul 13.00 WIB. Polisi sudah pasang badan dan minta pengendara minggir cari jalan lain. Macet boleh, diam tidak.

Ketua BEM UI Yatalathof Imawan tidak basa-basi. “Ini bukan perayaan. Ini interogasi,” katanya. Interogasi terhadap 81 tahun janji merdeka yang menurut mereka hanya mampir di baliho dan pidato pejabat.

Di atas aspal Bundaran HI, BEM UI menghantam 8 poin yang mereka anggap luka bangsa:

Delapan (8) Tuntutan BEM UI:

  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyatnya sendiri. Negara katanya hadir, tapi yang datang cuma razia dan pajak
  2. Berantas KKN sampai ke akar. Bukan hanya ganti aktor, tapi bongkar sistemnya.
  3. Reforma agraria sejati. Tanah untuk petani, bukan untuk pagar PSN dan konglomerat.
  4. Turunkan harga pangan dan BBM. Rakyat disuruh hemat, sementara harga naik seperti lift.
  5. Evaluasi total PSN. Stop MBG dan KDMP. Proyek mercusuar dan program bagi-bagi yang dinilai tambal sulang dan sarang korupsi.
  6. Hentikan pemusatan kekuasaan. Kembalikan otonomi daerah. Stop pemangkasan TKD yang melumpuhkan daerah.
  7. Tetapkan status bencana nasional untuk Sumatra dan Flores. Percepat pemulihan, jangan tunggu viral dulu baru bergerak.
  8. Cabut represi aparat. Bubarkan YON TP. Ruang sipil bukan barak. Hentikan intervensi TNI-Polri.

Bagi BEM UI, upacara 17 Agustus kemarin terasa hambar. Bendera berkibar, tapi perut rakyat masih kosong. Kemerdekaan dirayakan elit, sementara tuntutan dasar rakyat masih mengantri.

Baca Juga  Prof. Elfahmi Raih 91,3% Suara, Terpilih Jadi Rektor Itera 2026–2030

Polisi mengimbau warga menghindari Bundaran HI. “Cari jalur alternatif,” ujar Iptu Erlyn.

Alternatif jalan ada. Alternatif kebijakan? Itu yang dituntut hari ini di Bundaran HI.

*13.00 WIB*: Titik kumpul dan orasi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat

Posting Terkait

Jangan Lewatkan