Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026

Nasional19 Dilihat
banner 468x60

DENYUTRAKYAT.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah tekanan harga energi global.

Dikutip dari Kompas.com; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai skenario untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia.

“Jadi yang bersubsidi, sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat tahu, tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” ujarnya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Pemerintah menyusun simulasi pada berbagai level harga minyak. Perhitungan dilakukan pada kisaran 80 dollar AS, 90 dollar AS, hingga 100 dollar AS per barel.

Setiap skenario disertai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas APBN.

Purbaya menyebut, defisit anggaran masih terkendali. Angkanya diproyeksikan berada di kisaran 2,92 persen terhadap produk domestik bruto.

Posisi ini masih di bawah batas aman 3 persen.

“Sudah siap yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100 100 dollar AS, jadi kita sudah siap berlapis-lapis,” lanjutnya.

Kebijakan menahan harga BBM bersubsidi diarahkan untuk menjaga daya beli. Konsumsi rumah tangga diharapkan tetap stabil.

Tekanan fiskal tetap diwaspadai. Beban subsidi berpotensi meningkat jika harga minyak dunia terus naik.

Kenaikan harga energi dipicu konflik di Timur Tengah. Kondisi ini meningkatkan biaya impor energi Indonesia

Baca Juga  Data BNPB: 995 Korban Meninggal dan 226 Hilang Akibat Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *